Pilih aktivitas matematika, lalu Lab Api atau Lab Air. Gunakan dengan pendampingan guru.
Catatan materi & model
Persamaan/Pertidaksamaan: mencari kenaikan
x adalah kenaikan air nonnegatif dalam cm. Lab Api: −35 + x = −25 (x = 10) dan −35 + x ≥ −25 (x ≥ 10). Lab Air menggunakan meter: −2 + x = 0 (x = 2) dan −2 + x ≤ 0 (0 ≤ x ≤ 2). Coba beberapa nilai, bandingkan dengan target, lalu jelaskan perbedaan persamaan dan pertidaksamaan. Mengacu Bab 4 buku yang ditelaah. Rentang percobaan dibatasi skala model.
Aljabar: menuliskan pola perubahan
h menyatakan tinggi air awal dalam cm. Lab Api: h − 15 + 10 = h − 5. Lab Air menggunakan meter: h + 4 − 3 = h + 1. Tulis bentuk seperti h − 15; bentuk setara diterima. Amati, prediksi, simulasikan, sederhanakan, lalu refleksikan arti variabel dan konstanta. Animasi memakai contoh h = −20 cm. Acuan materi: Bab 3 Bentuk Aljabar pada buku Matematika SMP Kelas VII semester 1, edisi 2017.
Lab Air: sungai, meter, dan alarm siswa
Acuan 0 m adalah tepian model. Negatif berarti di bawah acuan, positif di atasnya. Contoh Bilangan: −2 + 4 = +2 m, lalu +2 − 3 = −1 m. Aljabar: h + 4 − 3 = h + 1. Persamaan/Pertidaksamaan: −2 + x = 0 atau −2 + x ≤ 0, dengan x ≥ 0. Percobaan kenaikan dibatasi 0–6 m; hasil yang tidak memenuhi soal tetap dapat diamati dan diperbaiki.
WASPADA mulai 50 cm (0,5 m). Siswa memilih BAHAYA mulai 1 m, 1,5 m, 2 m, hingga 4 m sesuai rentang meteran, memberi alasan, lalu membandingkan status untuk batas berbeda. Semua nilai dan batas merupakan contoh model pembelajaran, bukan ambang siaga atau prakiraan banjir Sungai Katingan. Lab Api tetap memakai cm. Ketuk objek 3D untuk fokus; tombol sudut pandang mengembalikan tampilan luas. Kegiatan dan konfigurasi alarm berada pada panel yang dapat ditutup.
Lab Api: air & bilangan bulat
Permukaan tanah = 0 cm. Posisi di bawah tanah menggunakan tanda negatif.
- Amati muka air dan arah perubahannya.
- Masukkan prediksi, lalu jalankan simulasi.
- Bandingkan dengan hasil hitungan.
Turun: kurangi bilangan. Naik: tambahkan bilangan. Contoh: −20 − 15 = −35; −35 + 10 = −25.
Geser untuk memutar. Gunakan tombol zoom atau cubit dengan dua jari untuk memperbesar penampang. Pada keyboard, panah kiri/kanan memutar, + / − mengubah zoom, dan 0 kembali ke awal. Tombol sudut pandang mengembalikan putaran serta zoom.
Model matematika dengan angka ilustrasi. Air lebih dalam tidak berarti api otomatis muncul. Setelah air turun, tombol Lihat contoh api menambahkan sumber penyalaan ilustratif. Gambut mengandung bahan organik yang dapat membara di bawah permukaan; contoh tanah mineral berbutir tidak dimodelkan sebagai bahan bakar gambut. Vegetasi di atas tanah mineral tetap dapat terbakar. Hujan pada model melemahkan nyala, tetapi bukan bukti bahwa seluruh bara telah padam. −35 cm bukan ambang kebakaran. Pengeringan, penghitaman vegetasi, dan penebalan kabut dipercepat untuk diamati. Kabut merupakan ilustrasi, bukan nilai kualitas udara. Hujan, percikan, dan jejak peresapan adalah ilustrasi. Angka kenaikan air ditetapkan dalam skenario matematika. Ini bukan alat prediksi karhutla.
Gambut, air, karhutla, dan kabut asap merupakan konteks belajar di Kalimantan. Rujukan CIFOR membutuhkan internet.