Logo Lab MayaLAB MAYAANTARA AIR DAN API
Lab Maya: Antara Air dan Api. Lanskap gambut basah dan area kering dengan bara serta kabut.

Panduan & cara penggunaan

Pilih aktivitas matematika, lalu Lab Api atau Lab Air. Gunakan dengan pendampingan guru.

Untuk siswa · ikuti PIJAR
  1. P — Pahami Masalah
    Amati lingkungan dan acuan nol. Apa yang terjadi saat air berubah?
  2. I — Identifikasi dan Prediksi
    Baca tinggi awal dan arah perubahan. Tulis perkiraan hasilnya.
  3. J — Jalankan dan Uji
    Jalankan simulasi dan amati. Tidak perlu takut salah.
  4. A — Analisis dan Perbaiki
    Bandingkan prediksi, hasil, dan hitungan. Jelaskan alasanmu; perbaiki lalu uji lagi.
  5. R — Refleksi dan Replikasi
    Tulis pelajaranmu. Ulangi praktikum dan periksa alasanmu pada kedua perubahan air.
Untuk guru · siapkan kegiatan kelas
Kontrol & acuan model

Geser untuk memutar, cubit atau gunakan +/− untuk zoom. Tombol putar mengembalikan sudut pandang. Suara dapat dimatikan.

Lab Api: permukaan tanah = 0 cm. Lab Air: tepian model = 0 m. Angka dan alarm adalah contoh pembelajaran, bukan batas siaga resmi. Pada Lab Air, buka Kegiatan & alarm untuk mengisi prediksi dan memilih ambang merah.

Perbaiki prediksi & uji lagi mengulang percobaan yang sama. Ulangi praktikum kembali ke awal.

Catatan materi & model

Persamaan/Pertidaksamaan: mencari kenaikan

x adalah kenaikan air nonnegatif dalam cm. Lab Api: −35 + x = −25 (x = 10) dan −35 + x ≥ −25 (x ≥ 10). Lab Air menggunakan meter: −2 + x = 0 (x = 2) dan −2 + x ≤ 0 (0 ≤ x ≤ 2). Coba beberapa nilai, bandingkan dengan target, lalu jelaskan perbedaan persamaan dan pertidaksamaan. Mengacu Bab 4 buku yang ditelaah. Rentang percobaan dibatasi skala model.

Aljabar: menuliskan pola perubahan

h menyatakan tinggi air awal dalam cm. Lab Api: h − 15 + 10 = h − 5. Lab Air menggunakan meter: h + 4 − 3 = h + 1. Tulis bentuk seperti h − 15; bentuk setara diterima. Amati, prediksi, simulasikan, sederhanakan, lalu refleksikan arti variabel dan konstanta. Animasi memakai contoh h = −20 cm. Acuan materi: Bab 3 Bentuk Aljabar pada buku Matematika SMP Kelas VII semester 1, edisi 2017.

Lab Air: sungai, meter, dan alarm siswa

Acuan 0 m adalah tepian model. Negatif berarti di bawah acuan, positif di atasnya. Contoh Bilangan: −2 + 4 = +2 m, lalu +2 − 3 = −1 m. Aljabar: h + 4 − 3 = h + 1. Persamaan/Pertidaksamaan: −2 + x = 0 atau −2 + x ≤ 0, dengan x ≥ 0. Percobaan kenaikan dibatasi 0–6 m; hasil yang tidak memenuhi soal tetap dapat diamati dan diperbaiki.

WASPADA mulai 50 cm (0,5 m). Siswa memilih BAHAYA mulai 1 m, 1,5 m, 2 m, hingga 4 m sesuai rentang meteran, memberi alasan, lalu membandingkan status untuk batas berbeda. Semua nilai dan batas merupakan contoh model pembelajaran, bukan ambang siaga atau prakiraan banjir Sungai Katingan. Lab Api tetap memakai cm. Ketuk objek 3D untuk fokus; tombol sudut pandang mengembalikan tampilan luas. Kegiatan dan konfigurasi alarm berada pada panel yang dapat ditutup.

Lab Api: air & bilangan bulat

Permukaan tanah = 0 cm. Posisi di bawah tanah menggunakan tanda negatif.

  1. Amati muka air dan arah perubahannya.
  2. Masukkan prediksi, lalu jalankan simulasi.
  3. Bandingkan dengan hasil hitungan.

Turun: kurangi bilangan. Naik: tambahkan bilangan. Contoh: −20 − 15 = −35; −35 + 10 = −25.

Geser untuk memutar. Gunakan tombol zoom atau cubit dengan dua jari untuk memperbesar penampang. Pada keyboard, panah kiri/kanan memutar, + / − mengubah zoom, dan 0 kembali ke awal. Tombol sudut pandang mengembalikan putaran serta zoom.

Model matematika dengan angka ilustrasi. Air lebih dalam tidak berarti api otomatis muncul. Setelah air turun, tombol Lihat contoh api menambahkan sumber penyalaan ilustratif. Gambut mengandung bahan organik yang dapat membara di bawah permukaan; contoh tanah mineral berbutir tidak dimodelkan sebagai bahan bakar gambut. Vegetasi di atas tanah mineral tetap dapat terbakar. Hujan pada model melemahkan nyala, tetapi bukan bukti bahwa seluruh bara telah padam. −35 cm bukan ambang kebakaran. Pengeringan, penghitaman vegetasi, dan penebalan kabut dipercepat untuk diamati. Kabut merupakan ilustrasi, bukan nilai kualitas udara. Hujan, percikan, dan jejak peresapan adalah ilustrasi. Angka kenaikan air ditetapkan dalam skenario matematika. Ini bukan alat prediksi karhutla.

Gambut, air, karhutla, dan kabut asap merupakan konteks belajar di Kalimantan. Rujukan CIFOR membutuhkan internet.